-->
  • Jelajahi

    Copyright © News.SuaraNegeri.com | Semua Tentang Indonesia
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Petani Di Desa Widodaren Gelar Sedekah Bumi, Kades Nasikin Usulkan Hal Penting Ini

    NEWS SUARA NEGERI
    Jumat, 24 Mei 2024, 23:55 WIB

    SUARA NEGERI | PEMALANG — Sebagai bentuk rasa syukur terhadap hasil bumi yang di dapat selama ini, para petani di Desa Widodaren Pemalang mengadakan acara Sedekah Bumi. Meski pun Hasil Panennya pada saat ini kurang bagus jika dibandingkan pada tahun lalu.

    "Kegiatan Sedekah Bumi ini merupakan harapan masyarakat untuk menyampaikan, bentuk puji syukur diberikan Tuhan yang Maha Esa atas karunianya," kata Nasikin, Kepala Desa Widodaren saat ikuti kegiatan Sedekah bumi di Kantor kerjanya, pada Jum'at  24 Mei 2024.


    Menurutnya, bentuk puji syukur itu dibuktikan dengan mengadakan berbagai macam kegiatan seperti besik desa dengan membersihkan makam leluhur yang ada di Desa Widodaren, Kirab hasil bumi bentuk puji syukur dari Petani atas hasil bumi yang didapatkan, Ruwat Bumi, Istighosah, Sunatan Massal, terakhir Wayang Kulit dengan Lakon Semar Mbangun Khayangan, dengan Ki Dalang Bambang dari Pekalongan.

    "Sedekah Bumi ini pertama kali Desa Widodaren laksanakan dengan harapan Desa Widodaren kedepannya semakin makmur, aman dan sejahtera," jelas Kades Nasikin.

    Dia mengungkapkan, terkait hasil Panen tahun ini kurang bagus, akibat cuaca karena kemarau cukup panjang jadi kebutuhan airnya kurang mencukupi. Seperti yang dirasakan para petani di RT 1, dengan dampak itu pengelolaan lahannya terlambat akibat ada hama sundep atau beluk ini menjadi catatan bagi kami.

    "Memang kunci kesuksesan pertanian terletak pada manajemen perairannya yang harus bagus," imbuhnya.

    Hal ini perlu kami sampaikan kepada pemerintah daerah agar ada perubahan-perubahan pengelolaan perairan dan irigasi, pada  irigasi yang menyangkut tersier, meskipun Tersier itu kewenangan desa tetapi ada permasalahan yang harus diperbaiki yakni ulu-ulu yang menangani Tersier agar masuk menjadi perangkat desa seperti dulu.

    Dengan hal itu, lanjut Kades Nasikin, agar pemerintah desa bisa mudah untuk mengontrolnya, akibatnya  ulu-ulu dilepas dari desa banyak sekali ulu-ulu yang bekerja tidak semestinya.

    "Kami berharap kepada semua pihak agar ulu-ulu dimasukkan kembali ke perangkat desa seperti dulu lagi dan itu sangat memungkinkan, karena adanya UU baru tentang desa ini," pungkasnya. (Rudi)
    Komentar

    Tampilkan

    Berita Terkini